Senin, 13 Desember 2010
kita semua tahu bahwa menunggu adalah pekerjaan paling membosankan yang pernah ada. bagaimana mungkin anda bisa sabar dengan menunggu, waktu akan terasa lama jika ditunggu, perasaan jengkel, emosi, bete, termanifestasi dari menggerutu etc sebagai akibat dari menunggu. Namun kadar kesabaran kita dalam menunggu itu tergantung pada apa yang kita tunggu. Hati akan selalu bertanya-tanya "kapan ya?" atau "kok lama ya?" atau mungkin saja "sampai kapan ya?" terhadap yang kita tunggu terkadang kita memberi harapan dan mulai membayangkan bagaimana "ini itunya" dari yang kita tunggu, berharap bahwa yang ditunggu indah, bagus, pokok e mantap, terdengar optimistis mungkin. Imajinasi kita melayang-layang dan segera mengkonstruksi narasi besar hasil dari harapan itu, gak salah kok untuk berharap, mengutip kata Red di Shawshank Redemption Hope is a good thing, maybe the best of things and no good thing ever dies. Tapi berharap jangan terlalu juga, jika realitanya tidak sesuai sama harapan, mau apa kita? yah seperti kata orang prepare for the worst, hope for the best.Apa yang kita tunggu?

menunggu uang? hmm, anak kos pasti tahu betapa berat cobaan yang satu ini, betapa tidak, biasanya uang yang datang tanggal 1 mesti ditunggu sampai seminggu setelahnya, tapi persoalan tidak sampai disitu terkadang sering juga sebelum tanggal 1 persediaan fiat money sudah habis akibat dari terlalu gaul, makan mewah, poligamers, dan memakai BBM NON-subsidi, karenanya kita harus prepare for the worst, jadi untuk itu dibuatlah proposal bailout kepada teman-teman sejawat yang berprospek (orang yang irit, cerdas dalam keuangan, atau tajir) untuk menjadi creditor. Selama kita masih dalam masa peminjaman, kepada creditor kita harus selalu baik, tebar senyum, dan pastinya jangan ungkit soal uang! karena mungkin saja dia sudah lupa kalau anda punya utang sama dia (hope for the best) Lol. Jadi kesimpulannya adalah jika anda menunggu kiriman bulanan selalu berharap pada orang yang selalu lupa kalau anda berutang kepada anda!!

jodoh, mungkin kata ini bagi sebagian dari kita biasa saja, senang (biasanya sering ngumbar kemesraan di FB ato twitter) ada yang malah merasa tertekan, merasa depresi, bahkan ada yang menganggap kata ini sebagai sesuatu yang subversif! Perbedaan perasaan itu sah-sah saja di zaman post-modernism ini. menunggu jodoh merupakan sesuatu yang pasti yang tidak pasti, yah bagi anda yang kurang beruntung di dalam dunia jual-beli pesona ini, termasuk saya swt -_", untuk urusan ini biasanya kita menunggu seseorang yang pas dengan kriteria kita, biasanya sih kriteria itu pasti harus cantik/tampan, baik hati, pintar, berprestasi, satu agama, dan rajin menabung, well such a heavenly idea, karena kita tahu ketidakmungkinan kriteria tersebut, seperti pasal-pasal karet yang bisa disesuaikan atau dikondisikan, kalau kita lagi ingin punya jodoh biasanya kriteria ini sangat-sangat-dan sangat fleksibel tapi kalau kita lagi tidak ingin atau tidak memikirkannya woho pastilah sangat ketat ditaati seperti ketatnya celana ABG sekarang. Jadi bagaimana? ya kalau untuk urusan jual-beli pesona ini semua tergantung selera, usia, dan terutama umur anda, kesimpulan yang bisa dihasilkan adalah bahwa kita harus selalu fleksibel.

ya begitulah hasil penelitian saya, terkait menunggu, dengan sub-judul kiriman bulanan dan jodoh. Bagi anda yang mungkin berpendapat tulisan ini tidak ada manfaatnya, anda benar. Jadi jangan dibaca apalagi dikomen.





0 komentar:

Poskan Komentar