Enter Block content here...


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam pharetra, tellus sit amet congue vulputate, nisi erat iaculis nibh, vitae feugiat sapien ante eget mauris.

Rabu, 02 Februari 2011

Masih tak lupa hari itu, hari pertama kali masuk SMA, udara panas, polusi udara, polusi suara, macet, dan rasisme mewarnai hari pertama itu. Dimulai dari pidato gak penting oleh kepseknya yang membuat bapakku tidak jadi membelikan handphone untukku, kenalan baru di kelas baru, dan serta tamparan baru buat kenakalan baru.

hari pertama, terlihat semuanya serba biasa saja dan yah membosankan seperti awalnya, aku adalah seorang Batak dan tinggal di lingkungan Karo yang punya pendapat yang berbeda tentang teman-teman baruku ini, jadi hal pertama dikepalaku tentang orang-orang yang bermata sipit dan putih adalah rasisme tanpa alasan. Langsung memberi rasa curiga yang tidak beralasan, mungkin karena envy atau sebagainya, mungkin bisa dibandingkan dengan anti-semitik. Sebagai seorang introvert aku dengan cepat menyambar bangku paling belakang dan paling sudut dan dengan segera aku tersudutkan oleh mereka, ada lima dari mereka yang kelihatannya saling kenal dan duduk mengelilingiku, ketika mereka mulai mengobrol seperti biasa aku langsung menaruh curiga atas obrolan mereka ketika mereka mulai berbicara satu sama lain aku tidak percaya dalam hati aku berkata hollyshit ternyata mereka berbicara dengan bahasa batak. Perasaan malu dan kaget bercampur, malu karena aku saja yang orang batak tidak bisa berbahasa batak pada saat itu, kaget karena baru pertama kali aku melihat seorang china memakai bahasa batak dengan sesama china juga. Merekalah yang akhirnya mengajari aku adat dan bahasa bangsaku sendiri. Lalu ada orang ini, orang yang kelihatannya china namun tidak dapat dengan lancar berbahasa hokkien, anaknya sangat energetik, dan sangat-sangat bersahabat seperti casper the friendly ghost, lalu setelahnya aku tahu kalau dia ternyata berdarah campuran jawa-chinese, pantas saja. Esoknya ada seseorang ini yang menjadi teman sebangkuku, pure chinese tidak bisa berbahasa batak seperti kelima orang tadi, awalnya susah dan aneh berteman dengan yang satu ini namun akhirnya dia juga teman sebangkuku, anaknya agak kepedean, yah bisa dikatakan sok keren, dari dia aku banyak belajar tentang budaya orang chinese dan juga bahasa tapi lebih banyak bahasa-bahasa kotornya dan sebagai gantinya aku juga mengajarkan dia budayaku dan bahasa sukuku, yah boleh dibilang itu semacam pertukaran budaya dan tak lupa kedua orang batak yang selalu menjadi teman pulang bareng. Dengan mereka dan dua yang lainnya, yang satu ketinggian yang satu lagi matanya sangat sipit aku menjalani tahun pertamaku yang penuh kejutan dan memori, seperti ditampar bareng, menjahilin cewek-cewek kelas, dihukum bareng, membenci manusia yang sama (petrus), nembak kantin bareng, jdui bareng, dan cabut bareng.

tahun kedua dan ketiga disana aku semakin dapat berbaur dengan keadaan itu, ada beberapa orang yang tetap bertahan dengan aku dalam satu kelas, dan ada teman-teman baru, ada seorang laki-laki yang suaranya sangat cempreng, sangat berisik yah tapi memang seperti itulah dia, ada sepasang kekasih yang aneh, yah sedikit memberi nuansa yang berbeda akan romansa SMA, tambahan lima orang batak tiga cewek dua cowok, serta yang lainnya, cewek primadona kelas yang selalu jadi pusat perhatian dan kroni-kroninya, cewek yang selalu dijadikan bahan tertawaan (maafkan kami), penjual makanan yang merangkap sebagai orang yang taat aturan, dan tentunya seorang wanita chinese yang mencuri hati sang adam hahai. Dua tahun bersama mereka membuatku mengerti arti setia kawan dan persahabatan, pelajaran tersebut dapat kuambil dari kejadian seperti, sama menyembunyikan hal yang dilarang disekolah (HP), perang kertas (aku tahu siapa ini provokatornya), juga karena kelas kami selalu dikatakan kelas yang bebal yang tidak tertib dan label negatif lainnya jadi ada semacam perasaan senasib akan hal itu.

terlihat melankolis mungkin tapi inilah coretanku .

Mungkin sekolah itu bukan sekolah impianku namun dari sana aku mendapatkan pelajaran, pelajaran berharga yang tidak ada dibuku tentang persahabatan, penghargaan, penghormatan, dan kesetiakawanan.

buat teman-temanku : ingat aku karena aku mengingat kalian

Gong Xi Fa Chai!

0 komentar:

Poskan Komentar